Regenerasi budaya cina


Asimilasi budaya Cina sejak kedatangannya berabad-abad lalu, membaurkan mereka dengan masyarakat asli Indonesia. Dalam perkembangannya Cina pun terbagi dalam dua golongan, Cina Peranakan dan Cina Keturunan.

Cina peranakan ditandai dengan kawin silang mereka dengan suku-suku di Indonesia, seperti suku Betawi di Jakarta dan Tangerang, Suku Dayak di Kalimantan, masyarakat Bangka di Bangka Belitung dan sebagainya. Cina peranakan ini ditandai pula dengan kemampuannya yang hanya biasa berkebun dan bertani. Jauh dari identitas bangsa Cina sebagai bangsa pedagang. Contoh cina peranakan menurut Helen, Cina Keturunan sekaligus pemilik Moon-Moon Wedding Souvenir adalah Cina Benteng yang ada di Tangerang.

Cina Benteng itu Cina peranakan yang kawin dengan betawi. Mereka itu petani, yang berkebun. Dia itu bisanya berkebun dan bertani dan mereka itu bukan pedagang. Dan memang identitas bangsa Cina itu berdagang, dan mereka itu paham tentang tata cara pernikahan adat Cina, dari bahasa dan tata caranya mereka sangat mengerti. Sama dengan cina yang ada di daerah Sumatera dan Pontianak, mereka itu sangat mengerti dan kental banget tentang budaya Cina.

“Pada dasarnya Cina peranakan itu ada Cina benteng. Cina benteng itu dalam sebutan ada kawin campur, dan dia sudah hitam tuh kulitnya. Kayak orang pribumi, kalau kamu pergi ke Tangerang ini orang pribumi atau Cina nih, karena dari segi mata, kulit dan bahasa udah kayak orang pribumi/ Betawi,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ketika mereka melangsungkan pernikahan biasanya mengikuti budaya pernikahan calon besan. “Makanya itu disebut Cina Peranakan, karena meraka kurang menjaga tradisi. Misalnya nikah sama orang Betawi, mau ga mau yang Cina itu kan harus masuk islam tuh, dan mau ga mau mereka meninggal kan Cinanya itu. dan orang-orang seperti itu hampir hampir tidak mengerti budaya Cina, identitas Cina yang misalnya ngelibatin warna merah di kehidupan mereka sehari-hari,” terang Helen.

“Jadi saran saya kalau mau cari adat Cina, carinya Cina Totok. Kalau Cina Peranakan belum tentu mengerti kecuali kakek neneknya dan buyutnya,” saran Helen.

Cina Totok atau nama lainnya Cina Turunan masih menjaga tradisi, tidak saja sebatas melakoni kehidupan mereka sehari-hari tetapi sampai prosesi pernikahan. Untuk menemukan Cina Totok atau Cina Keturunan, terutama mengetahui urutan pernikahan ‘asli Cina’ bisa ditemui di Kalimantan.

“Carilah yang Cina Turunan untuk tanya adat Cina Peranakan, karena mereka tidak terlalu banyak paham tentang budaya pernikahan adat Cina.”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: