Kebudayaan

Kebudayaan atau culture pada hakekatnya adalah keseluruhan pemikiran dan benda yang dibuat atau diciptakan oleh manusia dalam perkembangan sejarahnya. Ruth Benedict (salah satu pakar budaya) melihat kebudayaan sebagai pola pikir dan berbuat yang terlihat dalam kehidupan sekelompok manusia dan yang membedakannya dengan kelompok lain. Para ahli umumnya sepakat bahwa kebudayaan adalah perilaku dan penyesuaian diri manusia berdasarkan hal-hal yang dipelajari/ learning behavior (Sajidiman, dalam “Pembebasan Budaya-Budaya Kita” ;1999). Ada beberapa jenis kebudayaan yang dapat dijelaskan dalam kehidupan manusia, yakni angan-angan manusia, hidup kebatinan dan kepandaian manusia. Semuanya ini menjelaskan mengenai timbulnya tata tertib dalam masyarakat, keberagaman bahasa, kesusilaan yang menimbulkan macam-macam kepandaian tentang , kerajinan, pelayaran, hubungan lalu-lintas, kesenian yang berjenis-jenis (Dewanatara; 1994). 

  Jika dikontekskan ke dalam Negara Republik Indonesia sangat menunjukkan keanekaragaman budaya yang berlandaskan segala bentuk nilai kebudayaan di seluruh kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebudayan Nasional merupakan sebuah realitas di dalam kesatuan nasional. Kebudayaan Nasional itu sendiri akan terlihat kompleks apabila budaya-budaya Nusantara yang asli tetap konsisten, dan di lain pihak kehidupan nasional dapat dihayati sebagai sesuatu yang bermakna oleh seluruh warga masyarakat Indonesia (Suseno; 1992). 

      Dalam pasal 32 UUD 1945 dinyatakan, “Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi-daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak-puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai Kebudayaan Bangsa. 

justin bieber bermain angklung

warga negara asing aja interest dengan budaya indonesia, mulailah dengan hal-hal kecil seperti mengenal dan membudidayakan budaya indonesia, BANGGA MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA
Vodpod videos no longer available.

1st collector for justin bieber bermain angklung
Follow my videos on vodpod

tari pendet

regeneration culture, mulailah kenali budaya indonesia kepada generasi anak bangsa
Vodpod videos no longer available.

1st collector for tari pendet
Follow my videos on vodpod

Pertahankan Regenerasi Batik

Setelah UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. “Keputusan Presiden akan menyusul. Setelah UNESCO secara resmi menyerahkan sertifikat, maka kita siapkan lebih baik lagi,” kata Presiden SBY usai menerima pengrajin batik di kediaman pribadinya, Puri Cikeas Indah, Jumat (2/10) malam.

Menyambut apa yang telah diputuskan UNESCO, Presiden SBY mengajak bangsa Indonesia sekalian untuk bersyukur. “Selaku kepala negara dan pemerintahan dan pecinta batik, lima tahun ini saya sering menjadi kapstok berbagai batik. Sebagai kontribusi saya bagi yayasan batik, saya selalu menganjurkan rakyat untuk berbatik. Saya ucapkan terimakasih pada semua pejuang batik yang berhasil. Tentu bila disebut warisan harus kita lestarikan. Saya khawatir bila tidak pandai maka keputusan UNESCO bisa ditinjau kembali,” seru SBY.

“Saya sering datang ke pameran batik untuk memastikan ada regenerasi. Mari kita lestarikan. Saya undang semua seniman dan organisasi batik untuk terus maju dan kembangkan kreativitas. Bila kita sering pakai batik, selain mensyukuri, juga untuk mengembangkan perekonomian kita sehingga meningkatkan tenaga kerja dan menggerakkan perekonomian lokal. Jangan juga sampai batik kita 15 tahun lagi berkembang di negara tertentu, terus marah,” tegas SBY.

“Kita mendapat anugerah Allah. Apa yang diperjuangkan semua pihak menjadi kenyataan, dan UNESCO menetapkan batik menjadi warisan budaya dunia mulai 2 Oktober. Kalau saya ikuti, sekarang ini ada 76 warisan budaya dunia non benda. Kita tiga dari 76. Meskipun yang mendominasi Tiongkok dan Jepang, mereka punya banyak warisan budaya dunia karena memang kaya akan hal itu, dan barangkali juga mereka lebih dahulu mendaftarkannya,” terang SBY.

Presiden yakin bahwa sesungguhnya Indonesia punya banyak simpanan, dan bila didaftarkan akan menjadi warisan budaya dunia. “Semakin majemuk bangsa dari segi etnis, agama, suku, bahasa dan daerah, maka akan makin banyak warisan budaya yang benda dan non benda. Apalagi bila kita pahami perjalanan kita dari satu peradaban ke peradaban lainnya,” terang SBY.

“Dari jejak sejarah kita meyakini akan sangat banyak warisan budaya dan peradaban yang benda maupun non benda, maka mari ke depan secara tekun kita daftar kembali. Setelah keris, wayang dan batik, angklung sedang dalam proses, masih banyak lagi yang kita bisa lakukan kelak. Dari segi kemajemukan, saya yakin bisa lebih. Itu sumber yang tak akan kering. Saya memaknai kekayaan kita dari segi sejarah seperti itu,” SBY menjelaskan.

Presiden SBY juga memiliki kejutan karena sedang berkolaborasi dengan seniman batik untuk desain batik yang menggambarkan tiga seni budaya warisan kita. “Tunggu tanggal mainnya,” ujar SBY.

Regenerasi budaya cina


Asimilasi budaya Cina sejak kedatangannya berabad-abad lalu, membaurkan mereka dengan masyarakat asli Indonesia. Dalam perkembangannya Cina pun terbagi dalam dua golongan, Cina Peranakan dan Cina Keturunan.

Cina peranakan ditandai dengan kawin silang mereka dengan suku-suku di Indonesia, seperti suku Betawi di Jakarta dan Tangerang, Suku Dayak di Kalimantan, masyarakat Bangka di Bangka Belitung dan sebagainya. Cina peranakan ini ditandai pula dengan kemampuannya yang hanya biasa berkebun dan bertani. Jauh dari identitas bangsa Cina sebagai bangsa pedagang. Contoh cina peranakan menurut Helen, Cina Keturunan sekaligus pemilik Moon-Moon Wedding Souvenir adalah Cina Benteng yang ada di Tangerang.

Cina Benteng itu Cina peranakan yang kawin dengan betawi. Mereka itu petani, yang berkebun. Dia itu bisanya berkebun dan bertani dan mereka itu bukan pedagang. Dan memang identitas bangsa Cina itu berdagang, dan mereka itu paham tentang tata cara pernikahan adat Cina, dari bahasa dan tata caranya mereka sangat mengerti. Sama dengan cina yang ada di daerah Sumatera dan Pontianak, mereka itu sangat mengerti dan kental banget tentang budaya Cina.

“Pada dasarnya Cina peranakan itu ada Cina benteng. Cina benteng itu dalam sebutan ada kawin campur, dan dia sudah hitam tuh kulitnya. Kayak orang pribumi, kalau kamu pergi ke Tangerang ini orang pribumi atau Cina nih, karena dari segi mata, kulit dan bahasa udah kayak orang pribumi/ Betawi,” ungkapnya.

Dalam hal ini, ketika mereka melangsungkan pernikahan biasanya mengikuti budaya pernikahan calon besan. “Makanya itu disebut Cina Peranakan, karena meraka kurang menjaga tradisi. Misalnya nikah sama orang Betawi, mau ga mau yang Cina itu kan harus masuk islam tuh, dan mau ga mau mereka meninggal kan Cinanya itu. dan orang-orang seperti itu hampir hampir tidak mengerti budaya Cina, identitas Cina yang misalnya ngelibatin warna merah di kehidupan mereka sehari-hari,” terang Helen.

“Jadi saran saya kalau mau cari adat Cina, carinya Cina Totok. Kalau Cina Peranakan belum tentu mengerti kecuali kakek neneknya dan buyutnya,” saran Helen.

Cina Totok atau nama lainnya Cina Turunan masih menjaga tradisi, tidak saja sebatas melakoni kehidupan mereka sehari-hari tetapi sampai prosesi pernikahan. Untuk menemukan Cina Totok atau Cina Keturunan, terutama mengetahui urutan pernikahan ‘asli Cina’ bisa ditemui di Kalimantan.

“Carilah yang Cina Turunan untuk tanya adat Cina Peranakan, karena mereka tidak terlalu banyak paham tentang budaya pernikahan adat Cina.”

Regeneration Culture

Karya anak-anak dan generasi muda penerus bangsa sangat berpengaruh dalam proses perkembangan budaya. Dampak budaya memiliki peran penting ke semua bidang kehidupan generasi muda, mulai dari dalam proses pembelajaran, bekerja, bermain, rekreasi dan tumbuh berkembang. Pembudidayaan terkait erat dengan budaya lain dan kepedulian generasi muda dalam menjaga dan mengambangkannya sehingga tidak di klaim Negara lain.

Budaya asing yang masuk keindonesia menyebabkan multi efek. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah. Berbagai iklan yang mengantarkan kita untuk hidup gaul dalam konteks modern dan tidak tradisional sehingga memunculkan banyaknya kepentingan para individu yang mengharuskan berada diatas kepentingan orang lain. Akibatnya terjadi sifat individualisme semakin berpeluang untuk menjadi budaya kesehariannya. Ini semua sebenarnya terhantui akan praktik budaya yang sifatnya hanya memuaskan kehidupan semata. Di zaman sekarang ini manusia hidup dalam tingkat Hidonisme yang sangat tinggi berpikir dalam jangka pendek hanya mencari kepuasaan belaka dimana kepuasaan tersebut yang menyesatkan generasi muda untuk berprilaku. Salah satu contoh Serdehana sesuai dengan kenyataan, dampak masuknya budaya asing antara lain, terjadi perubahan kebudayaan, pembauran kebudayaan, modernisasi, keguncangan budaya, melemahnya nilai-nilai budaya bangsa. Dampak tersebut membawa pengaruh besar bagi Indonesia, baik dari segi postif, maupun negatif. Indonesia, masih terlalu lemah dalam menyaring budaya yang baik di ambil dengan yang tidak, “maka kita semua sebagai warga Indonesia wajib membanggakan apa saja yang sudah menjadi budaya kita sendiri”, jangan sampai melupakan budaya lama dengan sudah menemukan budaya baru.

Beberapa tujuan Regenerasi Budaya adalah mengembangkan rasa cinta budaya dan bangga dengan budaya bangsa. Dengan upaya mendukung pertumbuhan organisasi masyarakat seni dan festival lokal dan membentuk skema mentoring pemuda seni.

Regenerasi Budaya juga mengelola pendapatan donasi untuk sejumlah organisasi seni dan mendukung pengembangan Budaya Indonesia.